Tampilkan posting dengan label tips. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label tips. Tampilkan semua posting
Rabu, 28 November 2012

Dampak Baik dan Buruknya," Terjebak" di Zona Nyaman


Banyak orang kehilangan kepercayaan diri untuk mencoba tantangan baru. Mereka umumnya tak memiliki nyali menghadapi kegagalan. Mereka takut mengalami kondisi lebih buruk. Mereka terbuai di dalam zona nyaman atau comfort zone.

Psikolog Rosdiana Setyaningrum, M.Psi, MHPEd mengatakan bahwa mereka yang masih berusia produktif hendaknya menghindari zona tersebut. Tanpa keberanian menghadapi tantangan, mereka tak akan memiliki kesempatan berkembang dan maju.

Kepercayaan diri dan keberanian menghadapi tantangan adalah kunci keberhasilan hidup. "Harus berani mencoba hal baru. Keluar dari comfort zone," kata Rosdiana, dalam media workshop bersama Rexona.

Kepercayaan diri menghadapi tantangan bukan lantas tanpa perhitungan. Yang penting merasa nyaman menjadi diri sendiri. Mencoba sesuatu yang masih dalam batas kemampuan. Semua hal positif ini tentu mudah mengantarkan seseorang menggapai prestasi.

"Perempuan harus percaya diri untuk berhasil dalam hidup. Lari dari tantangan, mengisolasi diri dari perubahan, dan selalu diam dalam zona nyaman merupakan dampak dari kurangnya rasa percaya diri," ujar Rosdiana.

Rosdiana memaparkan hasil sebuah riset bahwa usia produktif merupakan masa yang tepat untuk berbuat positif. "Usia produktif adalah masanya kita menggerakkan diri untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi diri kita dan orang lain," ujarnya.

Berdiam diri di zona nyaman hanya akan mengatarkan diri pada kondisi stagnan. Bukan tidak mungkin menghantarkan rasa penyesalan di masa tua.

"Selagi masih di usia produktif, ada baiknya kita melakukan perubahan, daripada harus menyesal saat tua," ujarnya. "Bukannya menjadi seseorang yang bijaksana bisa membagi pengalaman hidup dengan anak cucu, tapi malah desperate.(vivanews)
Senin, 06 Agustus 2012

Cara Menjual Asuransi dan Membina Nasabah


Agen asruansi harus berusaha mendapat data-data pribadi calon nasabahnya. Seperti tempat dan tanggal lahir, alamat rumah, jumlah anggota keluarga dan pekerjaan. Sangat istimewa jika bisa mendapatkan juga keterangan yang bersifat personal, seperti hobi, aktivitas di waktu luang, atau kegiatan sosial mereka. Data-data itu bisa didapat dari orang terdekat, seperti teman, sopir, pembantu, bawahan hingga sekretarisnya. 


Pentingnya mengumpulkan data prospek sebanyak-banyaknya itu memang diajarkan oleh manajer asuransi. Bahkan agen juga harus tahu kebutuhan dan masalah yang sedang dihadapi prospeknya. Serta sedapat mungkin memberi saran atau solusi atas masalah-masalah tadi. Biasanya, prospek cendrung ragu dalam mengambil keputusan.  Maka berilah mereka dukungan moral supaya yakin pilihannya benar-benar bagus dan tepat.

Oh ya, sebelum menemui prospek, sangat dianjurkan mengumpulkan informasi tentang karakter yang bersangkutan. Ada orang yang tidak suka dikritik, tidak suka pendapatnya ditentang, bahkan tidak suka berargumentasi. Jadikan masukan itu sebagai referensi bersikap. Hati-hati juga dengan berbagai identitas pribadi. Banyak orang suka dipanggil dengan nama kecilnya. Tapi jika salah ucap, bisa menyinggung perasaan.

Mental sudah siap, sikap dan bekal teknis sudah di tangan. Lalu? Masih ada satu teori lagi, yakni persiapan wawancara atau presentasi. Kono 30-60 detik pertama percakapan dengan prospek merupakan saat-saat genting, menyangkut "hidup mati"-nya sang agen. Banyak yang meyakini, saat itulah prospek mengambil keputusan, mau berhenti atau terus mendengar ocehan lawan bicaranya.

Begitu krusialnya pertemuan dengan prospek, memaksa agen berbicara efisien, meski tetap komunikatif. Tapi kalau calon nasabah mulai menunjukkan tanda-tanda ketidaktertarikan, sebaiknya presentasi tidak diteruskan. Buang-buang energi. Dengan kata lain, tak usah memaksa diri jika prospek terlihat tidak berprospek.

Kalau sampai di sini dapat dipraktekkan dengan baik dan benar, mestinya bakal sukses meraup sejumlah penutupan penjualan. Penutupan asuransi merujuk pada situasi saat prospek memutuskan membeli sebuah produk atau polis. Formalitasnya dilakukan dengan cara mengisi dan melengkapi aplikasi atau formulir surat permintaan asuransi (SPA), sekaligus membayar premi. Selesaikah? Benar, di satu sisi, karena nasabah sudah terikat kontrak untuk jangka waktu tertentu.

Namun, bagi sang agen, justru perjalanan yang lebih menyenangkan baru dimulai.  Mirip penjual mobil, perusahaan asuransi punya layanan purnajual. Agen mesti mempertahankan hubungan personal yang telah terjalin. Misalnya, dengan mengirim kartu ucapan pada momen-momen hari ulang tahun, Lebaran, Natal, atau Tahun Baru. Sekarang barangkali bisa via sosial media Facebook dan Twitter atau email. Soalnya, besar kecilnya income tergantung pada lancar-tidaknya kontrak dan pembayaran premi nasabah.

Teori yang diterima agen asuransi di manapun saling bermiripan. Yang utama adalah konsistensi dan disiplin. Inilah dua kunci sukses untuk terus eksis di dunia asuransi

Kunci Sukses Menjadi Agen Asuransi


Banyak Sekali pertanyaan yang diajukan seorang agen asuransi kususnya agen baru,seperti  bagaimana sebenarnya Rahasia Sukses Menjadi Seorang agen asuransi? dan bagaimana cara-cara yang harus di lakukannya?
Ternyata dari semua pertanyaan tsb, hanya Kuncinya sukses jadi agen asuransi yaitu persiapan hati dan perasaan, agar tak luluh lantak saat didera penolakan demi penolakan.
Dalam bisnis asuransi, kualitas dan kegigihan individu jauh lebih berperan. Jika ditekuni dengan benar, agen asuransi akan berhasil mencapai target yang ditetapkan.

Berjanjilah dalam hati untuk terus mencari dan mendatangi prospek.Prospek adalah orang atau organisasi yang dianggap potensial membeli polis asuransi. 

Kalau keyakinan sudah terbentuk, dukunglah dengan penampilan. Bukan berarti seorang agen top harus cantik dan ganteng. Tampang pas-pasan pun banyak yang sukses, asal "dikemas" dengan lebih menarik. Ini bukan omong kosong, lantaran buktinya sudah bejibun.

Sebuah survey membuktikan, 99% prospek teramat sangat peduli pada pertemuan pertamanya dengan sang agen. Saat itu, mereka bisa langsung jatuh cinta atau sebaliknya, benci sampai mati. Survey juga menunjukkan, korelasi tingkat kegagalan agen dengan penampilam cukup signifikan.

Catat, 85% calon nasabah enggan membeli asuransinya berpakaian kurang rapi. Detailnya, 64% karena sepatu agen tidak mengkilap, 62% lantaran parfum dan tata rias terlalu mencolok. Sementara, 58% beralasan karena warna setelan dan dasi tak pas, 42% akibat jari tangan dan kuku sang agen kotor, 42% karena pakaian agen tak serasi, serta 40% lantaran posisi ikat pinggang di bawah pusar.

Nah, setelah busana dan penampilan tak lagi bermasalah, agen perlu mengetahui filsafat menjual. Intinya kira-kira, seorang agen profesional bukan dilahirkan, tapi dibentuk. Semakin tinggi jam terbang, (mestinya) kinerjanya kian bagus. Agen juga kudu yakin pada produk yang dijual. Pelajari juga kode etik agen asuransu, karena di situ ada nilai-nilai korps dan pantangan-pantangan yang harus dijauhi.

Maka tibalah saatnya melangkah "keluar". Sebelum berbicara dengan prospek, agen harus tahu luar-dalam produk yang mereka tawarkan, apapun jenis asuransinya. Artinya, ia harus tahu manfaat utama, kelemahan, sekaligus kekuatan produknya. Termasuk harga dan biaya-biaya yang harus dikeluarkan prospek.

Penelitian lagi-lagi menunjukkan, prospek lebih suka agen yang bicara terus terang, jujur dan apa adanya. Jika memang ada risiko yang harus ditanggung nasabah, bahaslah kemungkinan itu sejak awal.

Selanjutnya, dilakukan perburuan prospek. Nama-nama calon nasabah berpotensi bisa didapat dari pelanggan yang sudah ada, teman, kerabat, klub profesional, artikel surat kabar dan majalah, mailing list, hingga beragam direktori. Cobalah membuat daftar.

Jika prospek sudah berkeluarga, upayakan melakukan presentasi borongan di hadapan suami istri. Survey membuktikan, keputusan untuk membeli memiliki persistensi jauh lebih tinggi bila melibatkan pasutri. Ketimbang diputuskan sepihak, baik pihak istri maupun suami.
Jumat, 04 Mei 2012

Tips Atasi Bosan Bekerja

Saat rasa bosan di kantor melanda Anda, jangan didiamkan. Buat diri Anda bersemangat dan termotivasi untuk kembali bekerja. Bagaimana membangkitkan motivasi kerja? 
 
Pertahankan professionalisme
Perusahaan dan keluarga merupakan dua tempat berbeda dengan kebutuhan dan kepentingan yang berbeda pula, meski Anda hidup di lingkungan keduanya. Pisahkan dunia kerja Anda dengan kehidupan rumah tangga dan keluarga.

Jangan pernah membawa-bawa masalah rumah tangga dan keluarga ke tempat kerja. Dengan cara ini, mood Anda untuk menghadapi pekerjaan, tidak terganggu. Semangat dan motivasi pun utuh, tidak berkurang. Apalagi lenyap.

Jangan lupakan tujuan bekerja
Ketika Anda mengirim lamaran pekerjaan, cemas menunggu panggilan, berjuang keras ‘mengalahkan’ pelamar lain saat sesi wawancara, dan akhirnya mulai mengerjakan tugas yang diembankan perusahaan, apa tujuan yang ingin Anda capai dengan semua perjuangan itu?

Penghasilan yang baik agar dapat memenuhi semua kebutuhan, dan dapat hidup nyaman serta terhormat bersama orangtua, istri, dan anak-anak?

Jangan sia-siakan perjuangan itu. Jika saat ini Anda mempunyai  masalah dengan perusahaan, cari jalan keluarnya, tapi jangan kendorkan semangat dan motivasi kerja Anda. Jika kinerja Anda merosot, bahkan hingga di bawah standar, percayalah, Anda justru akan menghadapi masalah yang lebih besar, karena bisa saja Anda dipecat dengan tidak hormat.

Berpikir positif
Hidup ini penuh dengan masalah. Ini tak dapat diingkari. Sebuah organisasi bernama perusahaan pun pasti begitu. Apalagi karena organisasi ini memiliki begitu banyak karyawan dan aset yang harus dikelola dan dikembangkan dengan baik. Maka berpikirlah positif terhadap perusahaan Anda. Meski Anda tahu ada yang negatif di perusahaan itu, tetap lihat saja sisi positifnya. Ini membantu Anda untuk tetap bersemangat dalam bekerja.

Jaga komunikasi
Tak dapat dipungkiri, kebijakan perusahaan dan sikap pimpinan dapat menjadi salah satu faktor yang menurunkan mood karyawan untuk bekerja. Jaga komunikasi untuk mencari solusinya. Jika tidak bisa menghadapi pimpinan atau perusahaan seorang diri, ajak teman senasib untuk menghadapinya. Ruang komunikasi seringkali efektif untuk menyelesaikan masalah, karena umumnya perusahaan tak ingin terjadi gejolak di dalam tubuhnya.

"Semua Jadi Baik Karena Andalah Yang Menentukan"

Tips Untuk Karir Cepat Melesat

Konsistensi dalam menjalankan karir memang sangat diperlukan. Tetapi bagaimana jika dalam beberapa tahun terakhir anda masih tetap dalam posisi yang sama. Ini saatnya untuk merubah diri dengan cara-cara pintar agar Anda dapat menaiki tangga karir dengan cepat. Seperti di tulis Marie Claire, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan apa yang Anda impikan.
 
Tentukan tujuan
Apa yang menjadi tujuan hidup, hanya Anda yang tahu. Untuk itu jujurlah pada diri sendiri mengenai apa yang sebenarnya ingin Anda dapatkan dalam pekerjaan ini. Apakah posisi penting dalam karir, atau hanya menjadi karyawan saja. Baru kemudian pikirkan strategi untuk meraihnya.

Bergaya bos
Cobalah mengadopsi karakter  para atasan Anda, mereka dapat menduduki posisi tersebut karena bekerja keras tanpa perhitungan. Bob Calandra, salah satu penulis buku How to Keep Your Job in a Tough Competitive Market menyarankan pada Anda untuk mengatakan hal ini kepada diri Anda sendiri “Saya tidak bekerja untuk tujuan memperlancar promosi jabatan, saya hanya bekerja sesuai dengan tugas yang diberikan atasan dengan sebaik mungkin. Saat mendapatkan kesulitan, saya akan terus mencari solusi untuk dapat menyelesaikan tugas sehingga atasan tidak kecewa.”
Cara ini sangat efektif, ketika Anda menyelesaikan tugas tanpa memikirkan promosi yang akan didapatkan, Anda dapat bekerja lebih maksimal karena merasa tidak ada beban.

Cari tahu standar gaji
Kemampuan Anda memiliki nilai jual tersendiri sesuai dengan bidang yang dikerjakan. Ada baiknya, sebelum memasuki perusahaan atau instansi yang baru, Anda mencari tahu terlebih dahulu berapa gaji standar untuk bidang pekerjaan dan posisi yang yang sudah menjadi incaran. Anda juga boleh membandingkan upah yang diberikan dari beberapa perusahaan sejenis.
Hal ini penting dilakukan untuk menghindari menurunnya produktifitas kerja karena Anda merasa mendapatkan upah yang tidak sebanding dengan tanggung jawab pekerjaan. Atau jika ini terlanjur terjadi, dari pada terus mengeluhkan masalah yang sama, lebih baik Anda segera mencari pekerjaan baru.

Menerima tawaran pendidikan
Pendidikan yang lebih tentu saja akan mendapatkan poin lebih untuk penilaian terhadap diri Anda. Nah, jangan pernah menolak tawaran pendidikan atau bahkan hanya seminar yang ditawarkan oleh perusahaan. Mereka pasti memiliki pertimbangan dan alasan untuk mengirim Anda.
Apalagi jika perusahaan mengirimkan ke sekolah di luar negeri. Ini keuntungan ganda, anggap saja ini kesempatan langka Anda untuk sekolah tanpa mengeluarkan biaya,  sembari menikmati dan mempelajari budaya luar.

Miliki bargaining power
Dalam suatu profesi pekerjaan, Anda bertindak juga sebagai tenaga marketing untuk diri Anda sendiri. Untuk itu, Anda harus pintar menjual kemampuan pada perusahaan yang mulai melirik. Jangan ragu mengajukan nilai yang tinggi jika Anda merasa layak untuk mendapatkannya. Ini adalah momen yang paling penting yang melancarkan cita- cita yang diinginkan. 

Pilih perusahaan tangguh
Jika Anda termasuk pribadi yang memiliki ambisi tinggi, cari wadah yang tepat untuk diri Anda. Perusahaan-perusahaan  besar dapat dicoba untuk menguji kemampuan yang dimiliki. Atau perusahaan yang bergerak dalam sektor langka di Indonesia, sedikitnya jumlah perusahaan akan memaksa Anda untuk terus mengeksplorasi kemampuan.
Segeralah mengambil ancang- ancang untuk mencari tempat kerja yang baru jika Anda sudah mengetahui isu internal yang tidak sedap, misalnya saja menurunnya jumlah produksi atau ancaman gulung tikar.

Abaikan gosip
Dalam lingkungan kerja dengan rekan kerja yang heterogen, Anda tidak dapat memaksakan orang lain untuk berpikir yang sama atau bekerja sesuai dengan yang Anda lakukan. Banyak hal yang menjadi bahan pertentangan, baik itu masalah pribadi atau urusan pekerjaan.
Terkadang ini memang sangat mengganggu, tetapi dari pada Anda terus membuang energi untuk masalah seperti ini, lebih baik tetap fokuskan diri pada produktifitas pekerjaan.

Katakana “ya” untuk tugas
Saat diberikan penugasan dari atasan, terima dengan senang hati. Kemudian pikirkan bagaimana cara menyelesaikannya. Jika menemui kesulitan, coba lakukan diskusi ringan dengan atasan untuk sekedar bertanya atau meminta nasehat bagaimana cara mengatasi kendala tersebut.  Tidak ada hal yang tidak dapat Anda selesaikan sebelum Anda mencobanya.
 
Kesuksesan adalah Pilihan,Kesuksesan Hanya Bisa di Dapat Dengan Fokus Pada Yang Kita Yakini dan Kita Kerjakan
Minggu, 29 April 2012

Tips Memilih Asuransi

Langkah - Langkah  Memilih Asuransi Yang Baik

Produk Asuransi yang ada saat sekarang ini sangat beragam jumlahnya dari berbagai perusahaan kadang kala membuat calon nasabah sulit untuk menentukan pilihan. karenanya berikut ini adalah Langkah -langkah memilih Asuransi sebelum kita memutuskan untuk memilih perusahaan asuransi yang akan kita pilih :

Memilih Perusahaan Pengelola Asuransi
Lebih baik memilih perusahaan Asuransi yang telah berpangalaman atau memiliki sejarah cukup panjang yang telah terbukti dari waktu kewaktu. Semakin lama sebuah perusahaan berkecimpung dalam bisnis yang dijalaninya, tentunya bisa menggambarkan bagaimana kondisi perusahaan tersebut. Selain itu juga bagaimana pengalaman perusahaan tersebut dalam pembayaran klaim kepada nasabahnya, apa pernah perusahaan tersebut lalai dalam hal pembayaran klaim kepada nasabahnya.

Kejelasan Kantor Dan Agen Pemasaran
Akan lebih mudah jika perusahaan Asuransi tersebut memiliki jaringan pelayanan yang luas. terutama tidak jauh dari rumah kita sebagai calon nasabah.
Pilihlah agen penjual asuransi yang Anda percayai bisa memberikan penjelasan produk secara benar dan lengkap. Agen penjual yang profesional memiliki nomor keanggotaan AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia). Mereka telah melalui tahapan ujian sebagai agen profesional dan terdaftar secara resmi. Sehingga apabila Anda kelak menghadapi masalah dengan polis Anda, keberadaan agen dapat diketahui dan perusahaan asuransi ikut bertanggung jawab. Ingat bahwa Anda membeli produk asuransi untuk jangka panjang. Pastikan pelayanan yang akan Anda dapatkan adalah yang terbaik.

Mengetahui Kebutuhan
Pemegang atau pembeli asuransi harus mengetahui asuransi apa yang menjadi kebutuhan. Kebutuhan dapat berupa Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, Asuransi Kecelakaan, Asuransi Pendidikan atau asuransi yang sekaligus berfungsi untuk investasi (unitlink). Bila Anda ragu, mintalah pendapat saudara, rekan, atau agen penjual asuransi yang Anda percayai.

Sesuaikan Asuransi dengan Manfaatnya
Sebelum memilih program asuransi, baca dahulu manfaat dan fitur program asuransi yang hendak kita beli. Misalnya, manfaatnya hanya untuk resiko meninggal, maka kita tidak akan mendapatkan manfaat ketika kita hanya mengalami sakit atau luka-luka. Atau sebaliknya, yang kita beli adalah produk asuransi kecelakaan saja, maka kita tidak akan mendapatkan manfaat ketika kita terkena penyakit tertentu.

Pelajari Ilustrasi yang Diberikan
Ilustrasi asuransi menggambarkan perkiraan berapa dana yang akan diperoleh calon nasabah untuk masa akhir periode perjanjian. Jika ilustrasi yang diberikan sangat tidak wajar, misal memberikan keuntungan (bagi hasil/bunga) sangat jauh di atas bagi hasil bank pada umumnya, kita jangan langsung tergiur, namun kita harus menyikapinya dengan bijaksana. Perhatikan asumsi-asumsi yang tertera di lembar ilustrasi.
Diberdayakan oleh Blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...